Referensiku

Just another WordPress.com weblog

Mind Mapping

Dua minggu lagi Kaka ulangan akhir semester 2, penentu kenaikan ke kelas 4 SD. Kami berdua bersiap belajar bersama. Ya, saya akan ikut menghafal semua materi yang akan diuji. Tapi kami tidak akan menjejalkan berlembar-lembar catatan standar untuk dibaca semua sekaligus. Sebaliknya kami akan menggunakan peta pikiran atau Mind Mapping sebagai cara belajar yang praktis dan tepat sasaran. Saat ini, masih jarang orang diajarkan cara menggunakan otaknya. Kebanyakan para pendidik dan anak didik belajar tanpa merujuk ke cara kerja otak sebagai organ paling vital dalam belajar. Otak didesain untuk mencari makna. Sel-sel saraf otak akan tumbuh hebat apabila diberi tantangan dan rangsangan-rangsangan baru. Otak memiliki dua belahan yang masing-masing bekerja secara sangat berbeda (Roger Sperry 1981). Otak kiri bersifat rasional dan otak kanan lebih emosional. Menurut penelitian, otak amat berespon baik terhadap kata-kata kunci, gambar, warna, serta adanya asosiasi secara langsung. Tugas merespon ini dilakukan oleh kedua fungsi otak tadi. Tony Buzan, penemu Mind Mapping, Dengan memanfaatkan gambar dan teks ketika seseorang mencatat atau mengeluarkan suatu ide yang ada di dalam pikiran, maka kita telah mengunakan dua belahan otak secara sinergis. Mind Mapping bisa digunakan untuk membuat catatan dengan cara membuat pengelompokan atau pengkategorian setiap materi yang dipelajari. Intinya meringkas apa yang tengah dipelajari. Setiap kategori dipastikan akan mudah diserap karena di dalam otak sudah terdapat bagian yang bertugas menyimpan materi. Mind Mapping dibentuk oleh kata, warna, garis, dan gambar. menyusunnya tidak sulit, bisa dilakukan anak hingga dewasa dan diterapkan untuk keperluan apa saja. Anak 4 tahun sudah bisa membedakan gambar dan mengimajinasikan atau mengasosiasikan yang merupakan hal-hal dasar dari Mind Mapping. Tulisan dan kata-kata bukanlah syarat utama yang harus ada dalam Mind Mapping. Mind Mapping membantu anak membuat catatan pelajaran lebih menarik, mudah diingat sekaligus mudah dimengerti. Alat berpikir yang mengasyikkan karena membantu berpikir 2 kali lebih baik, 2 kali lebih cepat, 2 kali lebih jernih dan dengan lebih menyenangkan. Dinamakan Pembelajaran, jika kita ingat terus apa yang dipelajari. Tidak ada bentuk baku ketika seseorang menuangkan isi pikiran melalui Mind Mapping. Sebenarnya ketika kita membaca buku dan mencatat kembali dalam bentuk ringkasan dengan cara yang lebih visual, meski berupa coret-coretan itu sudah Mind Mapping. Karena kita sudah menuangkan isi pikiran kita. Dengan Mind Mapping, akhirnya anak bisa melihat seluruh gambaran materi pelajarannya ‘hanya’ dalam satu catatan. Jadi anak tidak perlu membolak-balik lembaran kertas seperti pada catatan standar linier. Nah, sekarang bagaimana caranya membuat Mind Mapping? Pertama harus menguasai dasar metode: 1. Konsep Berpikir Lurus, anak belajar Fokus dan Step by step. Bila anak diminta mengingat sesuatu, ia harus dengan cepat menjawab dalam 1 kata tunggal bukan jamak. Misal ingat Topi (beri tanda panah) jadi ingat Matahari, bila ingat Matahari, anak ingat apa? terus dilanjutkan sampai 5-10 tanda panah lanjutan. Ingat Matahari jadi ingat Awan, ingat Awan jadi ingat Pelangi, Hujan, Pohon, dst. Dengan begitu tercipta rangkaian kata yang tidak ada hubungannya dengan Topi. Ini yang disebut berpikir lurus. Saat berpikir lurus, dirangsang kedua otaknya. Otak kanan menggambarkan apa yang diingat, otak kiri menyebut makna atau kata yang dimaksud. Imajinasi liar anak sedang tergali dengan latihan berpikir lurus. 2. Konsep Berpikir Memencar, anak belajar Asosiasi dan Global Saat mengisi jawaban untuk berpikir memencar, anak harus menjawab segala sesuatu yang berhubungan dengan tema/topik yang diberikan. Seperti halnya tangan gurita yang banyak, contoh Matahari ini juga diberikan banyak cabang. Ingat Matahari ingat Sinar, Panas, Silau, Siang, Keringat. Ingat Bumi ingat Laut, Benua, Planet, Pulau dst. *Seharusnya contoh dalam bentuk gambar, garis, kata dan berwarna, sowrry…😉 Latihan ini untuk melihat kemampuan berkomunikasi anak. Apakah mudah mengekspresikan pikirannya atau kesulitan. 3. Gabungkan Berpikir Memencar dan Lurus. Belajar Mind Mapping yang paling baik adalah dengan mempraktikkannya😀 Apa yang dibutuhkan saat membuat Mind Mapping? 1. Kertas HVS, buku gambar. 2. Spidol warna-warni, pinsil atau bolpoin. 3. Otak anak berikut imajinasinya. Cara Termudah membuat Mind Mapping adalah memberikan prinsip dasar kata kunci. Kata kunci merupakan kata-kata tertentu yang bagaikan ‘jalan tol’ bisa cepat sampai ke otak anak. Seperti halnya kunci, kata-kata ini juga bisa membuka pintu langsung ke otak anak. Kata kunci (garis tebal) adalah kata yang memiliki bobot dan makna penting. Kata kunci merupakan kail ketika anak membuat cabang-cabang dan ranting yang baru, serta garis-garis baru, seperti daun di pohon untuk menambahkan details ke dalam peta pikiran anak. Kata kunci sifatnya amat pribadi karena tergantung dari minat anak. Yang perlu diingat saat anak membaca Mind Mapping, pengertiannya harus sama dengan kalimat dari catatan standar linier. Jika salah berarti kemampuannya mencari kata kunci harus diasah lagi. 5 Kata yang sangat membantu dalam membuat Mind Mapping; Apa, Kapan, Dimana, Siapa dan Mengapa. Dengan menguasai Mind Mapping, anak belajar Creative Thinking dan Active Learning. Anak akan belajar sambil mencatat dan menggambar sekaligus merangsang kecerdasan majemuk anak. Terutama kecerdasan visual spasial, verbal (linguistik), logis matematis, kinestetik dan intrapersonal anak. Dengan Mind Mapping anak bisa melihat gambaran keseluruhan dari materi yang dipelajarinya. Kaka masih dalam proses belajar Mind Mapping tapi sekarang dia sudah lebih percaya diri ketika harus mempraktekkan dan menerangkan *ritual* Wudhu dan Sholat kepada Ibu Guru😉 Alya-shalat mindmapping Cukup untuk hari ini, akan segera diedit jika diperlukan. Terimakasih sudah menyimak. Ayo coba dan buktikan keampuhan Mind Mapping pada anak-anak kita🙂

arshintadewi.wordpress.com/…/29/mind-mapping/

August 1, 2009 - Posted by | Self Development

2 Comments »

  1. Mindmapping buat sendiri juga bisa Pak..
    untuk self planning.
    Waktu kemarin Pak Dirjo share tentang BSC yang diaplikasikan ke diri sendiri rasanya jadi mirip mind mapping. Berangkat dari suatu pusat permasalan.. sampe ke faktor penunjang yang harus dilakukan.

    Comment by Zizima | August 3, 2009 | Reply

  2. yup…mind mapp bisa untuk hal macam2 juga…tinggal perlu praktek aja…sy punya softwarenya lho..mau mau…mind manager versi 8….canggih pokoknya

    Comment by aansubhan | August 3, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s